Tuesday, June 20

Welcome to Knock-Out Stage

Lagi.. lagi.. dan lagi…Ini posting ku yang ke-3 hari ini, dan lagi.. soal sepak bola dan Piala Dunianya. Gak pernah bosen deh! Kamu?? Whatever lah ya! Dari kemaren2 aq tuh pengen banget nulis soal perjalanan tim-tim gede di fase grup, walaupun belum selesai (pertandingan terakhir di grup A dan B baru mulai ntar malem), tapi gak ada salahnya kan ngebahas tim-tim itu apalagi yang udah lolos ke babak knock out. Ok langsung aja ya!

Kita mulai dari tuan rumah sekaligus runner-up 4 th lalu, Jerman. Di pertandingan pertama melawan Kosta Rika mereka masih meragukan. Gak tau apa karena faktor Ballack atau yang lain. Tapi seperti biasa Jerman tetaplah Jerman, lambat panas tapi selalu bisa tampil maksimal. Yang sedikit mengejutkan adalah Ekuador, sempat terpesona juga liat gol2 mereka saat menang atas Kosta Rika. Tapi juara grup sepertinya tetap milik Jerman. Dan semoga aja Inggris gak ketemu mereka terlalu awal.

Far away but so close, it’s in my heart, my breath, and my tears.. Yup, It’s England (terdengar so cliché tp aq gak punya kata2 lain buat menggambarkan tim ini). Pertandingan pertama bikin aq sangat exciting apalagi baru 4 menit sudah ada gol walo bunuh diri. Tapi tetap saja harus angkat topi untuk Captain Becks. Memang terlalu exciting juga gak baik kayaknya, coz setelah gol itu Inggris bener2 ompong. Masih berharap banyak pada Lampard yang jadi inspirator malem itu tapi tetep aja dewi fortuna gak datang. Tambah sebel krn yang maen seperti bukan Inggris, lamban dan pake jalan kaki segala. Tapi faktor cuaca juga gak bisa di anggap enteng, liat St George boys pada kecapekan dan selalu manfaatin waktu buat minum setiap ada kesempatan bikin aq sempet khawatir juga. So beradaptasi lah lions!

Pertandingan kedua juga bikin aq sport jantung. Sempat setuju sama pers Inggris yang bilang 4 striker yang di bawa Inggris terlalu sedikit. Hampir saja rekor paling membosankan band Radja terutama Ian Kaselanya terpecahkan oleh permainan 82 menit dari 11 pemain terbalik se-Inggris Raya. Tapi malem itu berakhir of course happy ending. Seneng banget coz yang cetak gol gank-nya Anfield hehe.. (You’ll Never Walk Alone!). Dan yang bikin tambah seneng lagi adalah come backnya Rooney! Welcome to the World Cup, mas Rooney! Oh ya 1 jempol untuk Lennon, satu lagi untuk Downing, dan 2 buat Opa Sven yang memasukkan mereka. Ya.. moga2 aja ntar malem tetep bisa jaga performanya. Libas Swedia! (Gosipnya 3 pemain inti bakal gak maen, whatever Come on England!)

Dari grup C ada Argentina dan Belanda. Aq kehabisan kata2 kalo ngomongin Argentina di WC kali ini. Keren abis! Panteslah jadi salah satu kandidat juara. Mau bukti? 2-1 vs P.Gading, 6-0 vs Serbia-Montenegro, kita liat aja nanti gimana saat vs Belanda besok malem. Kalo Belanda, gak tau deh kayak something’s wrong di tim ini. Sebenarnya aq lumayan jagoin mereka apalagi liat semangat2 muda mereka. Mungkin semangat muda itu yang malah bikin mereka kurang bermain kolektif terutama di 1st match. Khusus buat Arjen Robben kayaknya mesti merenungkan kata2 Robbie Fowler after signing Man City to Liverpool : “Honestly, numbers and name on my back mean nothing to me. It’s the badge on the front that means the most to me”. Moga next match jadi lebih baik!

Meksiko dan Portugal di grup D kayaknya tetap jadi yang terdepan. Walo masih ada kemungkinan Angola untuk lolos. Portugal menurut aq bermain biasa aja, mungkin karena lawan yang dihadapi belum sekuat mereka. Tapi Deco selalu saja jadi sosok penting di tim, sama sepertihalnya di klub. Meksiko sendiri sempat terpeleset saat lawan Angola, tapi hasil seri lawan Portugal bisa jadi langkah awal the Sambrero ke babak knock out.
Grup E sepertinya masih dirajai Italia, walaupun sempat over confident saat lawan AS. Tapi semangat memperbaiki nama baik setelah tercoreng oleh kasus di Seri A tampaknya cukup bisa membawa mereka ke fase berikutnya. Na.. rada pusing kalo ditanya siapa pendampingnya. Ceska atau Ghana yang bikin kejutan, tapi yang jelas pertandingan terakhir nanti akan sangat menentukan.

Brasil udah pasti lanjut, tapi melihat permainan mereka di dua pertandingan awal sepertinya belum terlihat kedahsyatan tim ini. Seperti sudah jadi mitos bagi Brasil kalo diunggulkan mereka akan terseok-seok. Bebankah? Gak tau deh! Yang menarik adalah Australia, diperkuat my man Kewell (kok potong rambut sih!) mereka bisa jadi kuda hitam yg sangat membahayakan. Peluang mereka cukup besar. Tunggu aja aksi Tim Cahill selanjutnya. Sementara Jepang kayaknya belumtahun ini deh!

Grup G ada Korsel dan Swiss yang kayaknya bakal maju ke babak selanjutnya. Bukan mengecilkan Prancis, tapi sepertinya tuah Zidane sudah meredup seiring usia. Begitu pula Henry yang tidak punya cukup teman di depan setelah Cisse cedera(Oh ya Goodbye to Cisse yang setuju balik kampung ke Merseille musim depan, thank you untuk semua yang telah dilakukan buat Liverpool, We’ll always remember you as a part of Liverpool’s history). Buat aq sendiri Piala Dunia tetap saja seru tanpa Prancis. Lain halnya kalo Inggris gak ikut hehe..

Grup terakhir, memang milik Spanyol. Kemenangan gila-gilaan di awal bisa jadi peringatan buat tim lain kalo Spanyol datang dengan kekuatan berbeda tahun ini. Yang bikin seneng adalah duo Liverpool, Luis Garcia dan Xabi Alonso yang jadi inspirator tim. Pokoknya seneng banget deh kalo gank Anfield bisa jadi sosok penting di setiap timnya. Moga aja trus berlanjut. Oh ya catatan untuk Torres, weits top scorer sementara nih!).

Kayaknya segini aja dulu ya. Kalo ada yang gak suka maaf ya. Bukan mo memojokkan tim kesayangan kamu. It’s just my opinion. Besok2 kita bakal review anything which happened in WC ’06 lagi, oc!. Sekarang aq mo balik, mo tidur buat nonton 4 pertandingan ntar malem. Bye..!

Sepak Bola Menyatukan Dunia

Bulan Juni ini kayaknya emang paling asyik cerita-cerita soal sepakbola. Secara emang penggila bola lagi pada party di bulan ini, so gak ada salahnya juga kalo posting kali ini juga tentang sepak bola. Tenang.. tenang.. bukan aq kok yang nulis, tapi seorang yang emang udah gape nulis, namanya Sean Wilsey, aq ambil dari sebuah artikel di majalah National Geographic Indonesia edisi Juni 2006 adaptasi dari The Thinking Fan’s Guide to the World Cup. Baca deh, dijamin keren! Beneran…!
Seiring berlangsungnya Piala Dunia di Jerman bulan ini, Anda dapat berharap seolah-olah berada di surga selama satu bulan. Sebabnya, Piala Dunia merupakan satu-satunya acara olahraga internasional yang sejati di planet ini karena Olimpiade-meskipun memiliki beragam cabang olahraga elit-tidaklah memiliki makna yang sama.
Itulah yang saya lakukan. Dunia Piala Dunia adalah dunia di mana saya ingin hidup. Ada arak-arakan kebesaran beridealisme tinggi, pameran berbagai karakter bangsa tanpa tendensi politik, penyingkapan berbagai kelemahan dan kehebatan menusia yang tidak terduga. Ada pula fakta bahwa sebagian besar pekerja di negara mana pun sampai tidak bekerja atau bangun pada pukul tiga dini hari untuk menyaksikan sekumpulan pria menendang sebuah bola. Ada negara-negara yang memiliki multiras-Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat-sementara pemain tim-tim lainnya seluruhnya berambut pirang, atau orang Asia, atau orang Amerika Latin.
Penjual ban asal Slovakia, polisi asal Italia, atau pianis konser asal Jerman-jika lulus tes resmi-akan bekerja sampingan sebagai wasit. Ada suporter yang menjengkelkan. Ada anak-anak yang bergandengan tangan dengan pemain saat berjalan memasuki lapangan. Lagu kebangsaan dikumandangkan. Para suporter mewarnai diri dengan warna-warna nasionalnya dan menangis tanpa malu-malu saat kalah. Komentator berteriak “GOOOOOOOOOLLLLLLLL! GOL, GOL, GOL!” di saluran berbahasa Spanyol yang saya tonton. (Seringkali ini satu-satunya cara untuk menyaksikan pertandingan secara langsung). Terdapat dua babak yang masing-masing lamanya 45 menit tanpa dipotong iklan.
Mengutip yang tertulis di buku Soccer and Its Rules milik saya: “Apakah Anda sudah siap?” Siap untuk menyemangati para pemain agar menang, mengagumi kebugaran, kecepatan, dan keahlian mereka, mendorong mereka untuk selalu memenangi perebutan bola, siap untuk meluapkan kegembiraan saat ada tendangan bertenaga? Siap untuk kehebohan saat ada penyerang sayap yang sigap, bek yang ikut menyerang, tendangan penjuru yang melengkung, umpan satu-dua yang cepat dan gol-gol yang disarangkan dengan flamboyan? Siap untuk momen lainnya di sebuah dunia fantasi? Saya siap.
Popularitas sepak bola yang mendunia tidaklah mengejutkan jika kita tengok kembali apa yang selalu memotivasi umat manusia: uang dan Tuhan. Tentu sepak bola melibatkan uang dalam jumlah besar. Klub sepak bola (seperti kapitalisme) pada dasarnya adalah hasrat kekanak-kanakan untuk mewujudkan impian, tanpa mempedulikan biayanya. Mereka yang memiliki cukup uang akan memadukan penyerang terbaik asal Brasil, pemain tengah dari Belanda, pemain bertahan dari Inggris, dan penjaga gawang dari Jerman serta mengirim tim ini untuk bertanding melawan tim gabungan milik para miliuner lainnya. Sebuah situasi tidak adil, gambaran sebagian besar dunia saat ini. Namun, di dalam sepak bola juga terdapat keindahan dan misteri.
Apa arti sepak bola jika seperti selayaknya suatu agama? Secara universal dan khusus, ia adalah sumber tak terbatas dari persediaan harapan yang dapat diperbaharui. Ia terkadang menakjubkan dan diatur secara sederhana oleh peraturan-peraturan yang tidak bertentangan dan dapat dimengerti semua orang. Hukum sepak bola adalah hukum kesetaraan, tanpa kekerasan dan pengendalian. Hukum itu bebas untuk ditafsirkan kembali sesuai kebijaksanaan wasit yang adil. Keputusan akhir wasitlah yang berlaku, tanpa mempedulikan bahwa kemungkinan keputusan itu menyalahi peraturan (tidak adil). Buku peraturan resmi milik saya secara rinci menyajikan ke-17 hukum sepak bola, lalu menyimpulkan bahwa wasit dapat mengesampingkan semuanya supaya hal yang agak abstrak-disebut semangat fair play-dapat diterapkan.
Perasaan bahwa sepak bola lebih dari sekedar permainan, kian mendalam ketika Piala Dunia diselenggarakan. Tim-tim dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk memperebutkan Piala Dunia. Seperti pada perang Salib, negara tuan rumah umumnya sukses pada Piala Dunia. Ada kekuatan aneh sehingga tim-tim tuan rumah bermain lebih baik daripada daripada kemampuannya di atas kertas. Mereka mengalahkan tim-tim kuat, seakan faktor tuan rumah mempengaruhi kekuatan untuk bertanding, membuat bola seolah dapat dimainkan seperti yang diinginkan, membawanya kepada kesimpulan yang tidak terhindarkan, Tuhan mendampingi mereka.
Sepak bola, seperti agama, dapat memancing kekerasan. Namun sepak bola juga terbukti mampu menjembatani berbagai perbedaan dan mengatasi kebencian pada ras tertentu. Fakta bahwa Piala Dunia dapat diselengarakan di Korea Selatan dan Jepang, seperti pada 2002, merupakan sebuah kemenangan bagi toleransi dan rasa pengertian. Kurang dari setengah abad, Korea Selatan telah berubah. Saat babak kualifikasi Piala Dunia 1954, Korsel tidak mengizinkan tim nasional Jepang melintasi perbatasannya untuk bertanding, tetapi pada 2002 justru menjadi tuan rumah turnamen ini bersama-sama negeri yang pernah menjajahnya itu. Berilah dunia waktu 50 tahun lagi dan kita mungkin menyaksikan Piala Dunia diselenggarakan di Israel dan Palestina.
Kenapa tidak? Sifat universal sepak bola terletak pada kesederhanaannya. Permainan ini dapat dimainkan di mana saja dengan apa saja. Sepak bola saat ini dapat dijadikan keyakinan. Mungkin ia tidak dapat memberikan kepuasan spiritual, tetapi tidak diperalat untuk menutupi sesuatu.
Permainan indah ini-sebut saja perpaduan bisnis dan agama-akan mencapai titik paling menakjubkan pada bulan ini di Piala Dunia pertama yang diselengarakan di Jerman bersatu. Dan yang membuat Piala Dunia jadi sangat indah adalah dunia, kita semua, dalam satu kebersamaan. Kebahagiaan miliaran orang atau lebih menjadi satu saat menyaksikan 32 negara terikat oleh 17 peraturan. Hal itu membuat saya dipenuhi keyakinan kuat, walau mungkin tak teruji, bahwa sepak bola dapat menyatukan kita semua.

Pesta Semakin Panas


Hi everybody! Today is June 20, 2006, it means udah 11 hari kita berpesta. The biggest party on the earth, World Cup (WC) 2006! Pesta yang ini sama seperti pesta yang lainnya (bahkan mungkin lebih), semakin lama semakin puanas. Lebih kurang 11 hari kita sudah disuguhi (pliz deh bahasanya!) pertandingan2 seru walo gak semua berakhir gembira. Ya.. pesta yang satu ini emang gak berakhir happy untuk semua orang, tapi tetep aja selalu dinanti. Aq gak tau apa jadinya bumi ini tanpanya? Mungkin aq seumur hidup gak akan pernah begadang kali ya!

Ini kali ke-3 buat aq menyaksikan WC (of course, on tv!) setelah 1998 dan 2002 yang berakhir dengan mengharu biru. Ya.. 2 kali nonton WC dan 2 kali pula nangis bombay for England (moga tahun ini berakhir dengan suka cita, Amin!). Tahun ’98 adalah masa-masa awal dimana aq mulai jatuh cinta pada sepakbola-football-soccer. Disamping tentu saja –tanah-air-tumpah-darah, Indonesia (Indonesia is just too “great” to compare with, so there’s no dualism in me, actually), aq juga pecinta Three Lions. Walo Inggris at the time bukanlah tim maha dahsyat, tapi aq tau banget dimana hatiku harus ditambatkan (jijay ya!).

From admiration become big love.. ini yang aq rasakan kalo ngomongin Three Lions. Berawal dari kekaguman pada sosok jenius Beckam (I called him Genius Becks, I don’t have better word to called him) berubah jadi kecintaan yang luar biasa pada team ini. Ikut merasakan masa-masa sulit mereka (aq jarang nangis but I did it for 3 times, twice for England in ’98 and ’02, and the last for happiest moment in Istanbul ’05 for The Mighty Reds), dan ikut tertawa senang di semua kemenangan mereka (the last for the victory againts T&T , June 15). Dan.. moga aja ntar malem aq tetap bisa tersenyum saat Inggris mesti bertanding melawan negerinya si Opa Sven, Amin!

Yup, genderang sudah dipukul 11 hari yang lalu dan 19 hari ke depan kita bakal tau siapa saja yang akan tertawa dan siapa pula yang akan menangis. Tapi pesta tetap saja harus dinikmati tiap detiknya, kan! So, selamat (meneruskan) begadang..!

Sunday, June 18

YNWA??

Pengen tau knapa title blog ini YNWA…? Buat penggemar Liverpool FC atau Premier League pastinya udah gak asing lagi sama kata2 ini. YNWA itu singkatan dari You’ll Never Walk Alone, anthem-nya Liverpool FC. Buat kita fans LFC, this song is not just a song, It’s a Way of Life!! Baca aja liriknya...!

Selain itu YNWA buat aq berarti bahwa dalam hidup ini aq, kamu, dan kita semua itu gak sendirian. Ada keluarga, temen2, dan orang-orang di sekitar kamu yang pastinya akan selalu ada dan ngedukung kamu, dan yang paling penting dari itu semua, ada Tuhan di hati kamu. Jadi jangan pernah ngerasa sendirian. Jangan pernah menyerah pada kegagalan, bukankah at the end of the storm is a golden sky? Our greatest glory is not never in falling, but in raising everytime we fall. So, walk on.. and you’ll never walk alone!

Lewat YNWA.. aq berharap juga blog ini bisa jadi semacam pembangkit spirit buat aq dan kamu semua yang ngebaca (kalo ada! Mudah-mudahan ada ya!). Menulis dan ngebaca-nya bisa membangkitkan kembali semangat aq di saat-saat sulit. Itu harapanku. Dan.. semoga penyakit Lazyous Kronis-ku juga berkurang ya, supaya postingnya rajin, oc! Keep walk on.. with hope in ur heart.. and you’ll never walk alone! Salam YNWA..

Monday, June 5

Nge-blog Lagi

Hi, semua! Gwlee_za nge-blog lagi neeeh! Kalo ngomongin blog, sebenarnya aq udah beberapa kali nulis di blog. Tapi, berhubung aq orangnya bosenan dan kadang males nulis akhirnya blog-blog itu pada gak ke-urus dan.. ya itu deh, males ngelanjutinnya hehe.. Moga-moga ini jadi my last blog ya! Doa kan saya..! haha..

Buat aq blog adalah tempat berbagi. Aq sebenarnya orang yang seneng banget cerita. Cerita apa aja! Jadi lewat blog ini aq mo mencoba berbagi cerita dengan kamu semua tentang berbagai hal di hidupku. Tentunya lewat tulisan-tulisan yang…(gak tau deh ntar kasi komen aja ya!). Yang jelas bukan untuk pamer atau sok sih, tapi aq lebih ngelihatnya sebagai cara aq buat berekspresi, karena aq bukan penyanyi yang bisa menghibur orang lain, bukan pula musisi yang bisa bikin lagu indah buat orang lain, apalagi seniman yang karyanya bisa dinikmati banyak orang. Aq cuma ordinary person yang ingin berbagi sesuatu dengan orang lain and.. it’s my way! Moga blog ini bermanfaat sekecil apapun itu. Thanks ya!